Rabu (23/08/23), Mahasiswa Ilmu Hadis meramaikan kegiatan kuliah kuliah iftitah prodi Ilmu Hadis yang menghadirkan narasumber yang kompeten dibidang hadis Al-Ustadz Assoc. Prof Dr. Akrom Rhidwan Fathullah Al-Makki Fakultas Ushuluddin dan Da’wah Universitas Al-Azhar Asy-Syarif, Cairoh, Mesir.
Acara dipandu oleh mahasiswa ILHA menggunakan dua bahasa yaitu Rifdah dengan bahasa Arab dan Meri dengan bahasa Indonesia,
Acara pertama yaitu ceremony pembukaan langsung dengan pembacaan ayat suci Al Quran, kedua Do’a, ketiga menyanyikan lagu Indonesia raya dan mars uin, ke empat Sambutan dekan prof. Ris’an Rusli, MA beliau mengucapkan terimakasih kepada Al-Ustadz Assoc. Prof Dr. Akrom Rhidwan Fathullah Al-Makki yang sudah berkenan memberikan ilmu kepada kami.
Turut hadir juga tentunya para wakil dekan FUSPHI, para jajaran Ketua Prodi FUSPHI, tentunya Kaprodi ILHA bapak Almunadi MA, beserta sekretaris bapak Eko Zulfikar, M.Ag, Ketua Laboratorium bapak Sulaiman M Nur M.A dan para mahasiswa ILHA dari angkatan 2019, 2020, 2021, 2022 dan 2023.
terakhir penutupan dilanjutkan dengan dilanjutkan dengan acara inti dimoderatori oleh bapak abdulkher sekaligus penerjemah. Al-Ustadz Assoc, Prof Dr. Akrom Rhidwan Fathullah Al-Makki menyampaikan Sunnah nabawi, yang merupakan spesialis beliau serta menjelaskan mengapa orang yang mengingkari Sunnah karena hal ini merupakan ilmu penting untuk ahli Sunnah, belajar bukan untuk hanya mengejar ijazah tapi yang terpenting adalah meraih ilmu serta ridho Allah SWT, inilah pentingnya niat. Niat itu bisa menghilangkan kebodohan, salah satu caranya menanamkan ikhlas seringlah membaca sejarah rasulullah dan para sahabat untuk menjadi motivasi serta inspirasi, ini merupakan bagian dari jihad, dengan menulis menyampaikan dialog, agar kita menjadi orang yang Mukhlis dalam belajar.
Bagaimana peran niat yg ikhlas yg utama, ibaratkan bagaimana mobil tidak mempunyai mesin yang kuat untuk bisa berjalan begitu juga pelajaran harus mempunyai keinginan yang kuat. Sesungguhnya untuk mendapatkan semangat belajar, menjauhi masalah, senjata utamanya yaitu dengan banyak berdoa.
Pemahaman yang mendalam itu ilmu yang ke-dua dalam belajar, banyak membaca kitab yang memotivasi, kitab yang didalamnya membahas betapa para sahabat bersemangat belajar. Mempunyai strategi kita ketika belajar, bagaimana mobil yang sudah tersusun rapi bisa berjalan begitupun mahasiswa harus mempunyai target atau struktur. strategi Nazoriah, teori yang ada perlunya, Huto saksia teori diri kita sendiri, perlu adanya keseimbangan antara yang ingin kita raih, sesuai dengan porsih masing-masing, kita harus mengatur apa yang sudah menjadi target atau strategi. Kita harus menyeimbangkan antara Al-Qur’an dan bahasanya sehingga mengetahui makna atau tujuan sehingga keilmuan itu tidak stop hanya di ilmu itu saja, sangat disayangi jika hapal Al-Qur’an tapi tidak tau artinya. Menguasai ilmu itu harus mengamalkan ilmunya. Beliau menyampaikan agar mahasiswa dapat support dari pimpinan agar mereka bisa belajar dengan baik dan penuh semangat. Sesi tanya-jawab oleh Muhammad Mirza, bagaimana dengan strategi itu sudah kita tata dengan semangat namu dalam perjalanan ada hal yang bisa membuat kita patah semangat, beliau menjawab Perlunya ada kesungguhan atau strategi yang telah kita buat dan Allah akan memberikan petunjuk ntah itu cepat ataupun lambat, itulah kita harus istiqamah, bersahabatla dg guru ataupun sahabat yang rajin karena sendiri sering ditemani oleh setan, jika kamu tidak menemukan minta tolongla kepada Allah.
Dan terakhir beliau memberikan sanad kepada para hadirin yang hadir dalam ruangan mendengarkan beliau Sanad hadis almusasal, dua hadis langsung, hadis yg benar dari segi sanad dan matan, dan yang hadir akan dicantumkan dalam kitab beliau yang langsung dari guru beliau. (Sarmilah)